Sunday, July 25, 2021

Nikola Jokic Lebih Berhadap Gelar Juara Daripada Gelar MVP

 

Sumber : nba.com


Slot Tangkas - Nikola Jokic dielu-elukan warga negara Serbia saat dinobatkan sebagai MVP NBA musim 2020-2021. Nikola Jokic menjadi inspirasi anak-anak Serbia untuk meraih mimpi mereka di cabang olahraga basket. Tapi sayang, perjalanan Jokic musim ini berakhir pahit. Denver Nuggets kalah telak (0-4) dari Phoenix Suns di babak semifinal Wilayah Barat NBA 2021.


Nikola Jokic harus keluar dari permainan lebih awal di kuarter ketiga pertandingan 4 Semifinal Wilayah Barat, antara Denver Nuggets melawan Phoenix Suns. Pemain yang baru saja dinobatkan sebagai MVP musim ini dinilai melakukan Flagran 2 foul, yang merupakan pelanggaran keras pertamanya dalam tiga musim terakhir. Jokic yang berusaha merebut bola dari garda Suns, Cameron Payne, justru terlihat seperti melakukan pukulan dan mengenai wajah dari Cameron Payne.


"Saya ingin mengubah ritme permainan saja. Saya hanya ingin membangkitkan energi tim ini. Mungkin dengan sedikit keras, maka bisa membuat permainan lebih panas," ujar Jokic, usai pertandingan, dikutip dari nba.com.


"Kenyataannya, apakah saya memukulnya, atau tidak? Kami tidak tahu. Karena posisi saya ada di belakang Payne. Jadi saya minta maaf, jika saya melakukannya, karena saya tidak ingin melukainya atau memukul kepalanya dengan sengaja." lanjut Jokic.


Wasit tetap menganggap gerakan Jokic sebagai 'kontak yang tidak perlu dan berlebihan', sehingga dirinya harus dikeluarkan dari lapangan pertandingan. Padahal Jokic sudah mencetak 22 poin, 11 rebound dan 4 assist. Nuggets saat itu juga hanya terpaut 8 poin saja (75-83). Jadi mereka masih memiliki kesempatan untuk menyusul Suns.


"Saya hanya merasa bahwa tidak perlu ada pengusiran terhadap tindakan Jokic. Saya percaya ada kontak, tapi tidak mengenai wajah Cameron Payne. Jadi saat wasit mengusir Jokic, saya terkejut," kata kepala pelatih Nuggets, Michael Malone.


Namun setelah Jokic keluar, Nuggets tidak mampu menghalau gempuran Suns. Mereka harus menerima kekalahan keempat dengan skor akhir 118-125, sekaligus menutup perjalanan Nuggets di musim 2020-2021. Wajah Jokic menyiratkan kekecewaan yang mendalam. Dia sendiri berharap jika gelar MVP ini bukan hal yang diinginkannya.


"Jujur, gelar MVP ini tidak terlalu berpengaruh untuk saya. Ketika melihat daftar pemain yang masuk nominasi, saya melihat ada nama-nama hebat di sana. Suatu kehormatan bagi saya masuk daftar tersebut, dan tidak pernah bermimpi ada di dalamnya. Jujur, saya lebih suka memenangkan gelar juara NBA daripada MVP," tegas Jokic, kepada Ben Golliver, penulis Washington Post.


Selama babak Playoff NBA 2021, Jokic mencetak rata-rata 29,8 poin, 11,6 rebound, dan 5,0 assist per pertandingan. Jokic membuktikan betapa sulitnya menjadi MVP di NBA, lalu mempertahankan performa yang bagus di babak playoff hingga juara. Karena dalam sejarah NBA, hanya ada 14 pemain yang mendapatkan gelar MVP dan juara NBA di musim yang sama. Dalam daftar tersebut, 12 pemain sudah pensiun. Sementara dua nama yang masih aktif adalah Stephen Curry di tahun 2015, dan LeBron James di tahun 2012 dan 2013.


0 comments:

Post a Comment