Slot Tangkas - Kebersihan seluruh tubuh penting untuk selalu dijaga, termasuk area genital. Hal ini penting agar area intim terbebas dari kotoran dan kuman yang dapat memicu gangguan kesehatan. Nah, salah satu hal yang sering menjadi masalah pada alat kelamin adalah adanya smegma.
Apa itu smegma? Masalah apa yang bisa ditimbulkannya? Simak ulasannya di bawah ini sampai habis, ya!
1. Smegma bisa dibilang "daki" pada alat kelamin
Dilansir Healthline, smegma merupakan zat yang terbentuk dari minyak, keringat, dan sel kulit mati yang menumpuk di alat kelamin. Jadi, bisa dibilang smegma adalah “pendakian” di area kemaluan dan ini bisa dialami baik oleh pria maupun wanita.
Untuk wanita, smegma umumnya terkumpul di lipatan labia, sedangkan pada pria bisa menumpuk di bawah kulup penis yang tidak disunat.
Pada dasarnya, cairan smegma memiliki fungsi untuk melumasi alat kelamin kamu agar tidak mengering. Selain itu, cairan ini juga berguna untuk mencegah gatal pada alat kelamin. Namun bila cairan tersebut tidak dibersihkan secara teratur, cairan tersebut akan menumpuk dan terbentuk smegma baru.
2. Smegma bukanlah penyakit menular dan bukan merupakan masalah serius, namun tetap perlu mendapat perhatian
Jika kamu bertanya apakah smegma berbahaya, jawabannya tidak. Layaknya sebuah pendakian, kehadirannya tentu membuat kamu tidak nyaman. Begitu juga dengan smegma. Penumpukan dapat menyebabkan bau vagina dalam beberapa kasus, atau mengeras dan menyebabkan iritasi pada alat kelamin.
Smegma juga bukan merupakan tanda penyakit menular seksual. Berbagai sumber mengatakan bahwa keberadaan smegma adalah akibat dari tidak menjaga kebersihan organ intim dengan baik.
3. Tekstur tebal
Untuk mengetahui ada tidaknya smegma pada alat kelamin, kamu bisa menjawab pertanyaan berikut:
Apakah alat kelamin kamu berbau tidak sedap?
Apakah ada cairan bertekstur kental di alat kelamin kamu?
Apakah cairannya berwarna putih atau agak gelap?
Jika jawabannya ya, kemungkinan besar itu smegma dan kamu perlu membersihkannya.
Umumnya, smegma terlihat seperti bercak putih. Karakteristik dapat bervariasi dari orang ke orang. Namun, umumnya teksturnya menyerupai bubur atau keju.
4. Cara membersihkan smegma
Membersihkan smegma tidak sulit kok. Untuk pria, kamu hanya perlu membersihkan area genital, termasuk area di bawah dan sekitar kulup penis.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membersihkan smegma:
Bila smegma sudah mengeras, jangan dibersihkan secara paksa karena dapat melukai kulit dan meningkatkan risiko infeksi.
Gunakan sabun lembut dan air hangat warm
Jangan digosok kasar karena bisa mengiritasi kulit sensitif sensitive
Ketika smegma telah mengeras, oleskan minyak dengan lembut sebelum dibersihkan dapat membantu melonggarkan penumpukan
Ulangi langkah di atas masing-masing sampai smegma hilang.
Untuk wanita, cara membersihkan smegma juga kurang lebih sama. Selain itu, pastikan celana dalam yang kamu kenakan terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat dengan baik, seperti katun. Hindari juga memakai celana yang terlalu ketat untuk mencegah penumpukan smegma.
Jika smegma sudah hilang, kamu bisa terus melakukan langkah-langkah di atas untuk menjaga kebersihan organ intim sekaligus mencegah penumpukan smegma.
5. Segera bersihkan sebelum mengeras
Tetap tenang. Menurut laporan berjudul “The carcinogenicity of smegma: debunking a myth” yang diterbitkan dalam Journal of European Academy of Dermatology and Venereology tahun 2006, menyatakan bahwa smegma tidak terkait dengan kanker penis atau kanker serviks.
Namun, smegma yang tidak diobati dapat terus menumpuk dan mengeras, menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit. Ada juga risiko balanitis, yang merupakan kondisi peradangan pada kulup atau kepala penis.
6. Kapan sebaiknya pergi ke dokter?
Smegma umumnya mudah ditangani. Namun, jika kamu sudah mencoba membersihkannya selama seminggu tetapi smegma tidak kunjung hilang, sebaiknya kamu memeriksakan diri ke dokter.
Pada pria, temui dokter jika penis berwarna merah atau meradang, karena itu bisa menjadi tanda infeksi atau kondisi lain yang memerlukan perhatian medis.
Sedangkan pada wanita, jika menemukan perubahan pada keputihan dan bau, itu juga bisa menandakan adanya infeksi. Segera buat janji dengan dokter jika smegma tidak kunjung hilang setelah dibersihkan atau semakin parah. Begitu pula jika kamu merasakan nyeri, gatal, sensasi kewanitaan, atau mengalami keputihan yang tidak normal.
Smegma adalah masalah yang umumnya tidak berbahaya, yang merupakan hasil dari penumpukan sel kulit, sekresi minyak, dan kelembaban. Memperhatikan kebersihan area genital dapat membantu mencegah dan mengurangi penumpukannya baik pada pria maupun wanita.