Thursday, July 29, 2021

Eijkman sebut Vaksin Tetap Lindungi Meski Mutasi COVID-19 Turunkan Efikasi

 Ilustrasi, sumber foto: Istimewa

SLOT TANGKASWakil Kepala Lembaga Eijkman Bidang Penelitian Fundamental, Prof Herawati Sudoyo mengatakan, mayoritas produsen vaksin COVID-19 di berbagai negara berlomba-lomba mencapai tingkat efikasi hingga 70 persen.

“Memang ada penurunan efikasi saat vaksin COVID-19 melawan mutasi virus COVID-19 ini. Namun, hal itu tidak mengurangi makna perlindungan yang diberikan vaksin COVID-19 itu sendiri,” ujarnya, dikutip dari ANTARA, Rabu (16/6/2021).

Tidak ada satupun vaksin COVID-19 yang tidak efektif melawan mutasi virus corona

Herawati mengatakan hingga saat ini penelitian menunjukkan tidak ada satupun vaksin COVID-19 yang tidak efektif dalam mencegah mutasi virus corona.

“Pandemik COVID-19 belum berakhir, pemerintah mendorong melakukan vaksinasi secara masif guna menurunkan angka penularan COVID-19 di Indonesia,” ujarnya.

Mutasi COVID-19 sudah masuk ke Indonesia

Pemberian vaksin ini dinilai menjadi solusi paling tepat untuk menekan jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang mulai bermutasi di beberapa negara, termasuk mutasi yang sudah masuk ke Indonesia.

Terkait upaya pemerintah menyukseskan program vaksinasi, Herawati mendorong para ilmuwan untuk terus berbicara kepada publik guna meluruskan kesimpangsiuran informasi dengan menegakkan bukti dan data ilmiah.

“Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) akibat vaksinasi COVID-19, misalnya. Hanya terjadi di berapa persen dari sekian juta orang yang sudah divaksinasi. Akan tetapi hal-hal kecil inilah yang masuk pemberitaan dan menjadi besar. Saya pikir di sinilah porsi ilmuwan berbicara dengan data-data,” kata Herawati.

Communication Specialist UNICEF, Rizky Ika Safitri, menyarankan penggunaan komunikasi sederhana yang mudah dipahami masyarakat akan membantu mensukseskan program vaksinasi.

Pemerintah berkomitmen mendatangkan vaksin COVID-19

Pemerintah juga terus berupaya mendatangkan vaksin COVID-19 melalui berbagai jalur untuk mensukseskan program vaksinasi.

Juru Bicara Vaksinasi Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan hingga akhir tahun 2021, produsen vaksin seperti Sinovac telah berkomitmen untuk mengirimkan vaksin dalam jumlah besar atau bahan vaksin sebanyak 260 juta dosis.

Ada juga vaksin yang akan didatangkan dari jalur kerjasama multilateral atau fasilitas Covax, yang kini telah hadir sebanyak 8 juta dosis.

“Kemudian kita juga punya sumber lain dari perjanjian bilateral dengan AstraZeneca dengan komitmen sebesar 50 juta, Novavac 50 juta, dan apabila dari Covax kita bisa mendapatkan komitmen hingga 20 persen dari jumlah penduduk, kita bisa mencukupi kebutuhan dosis vaksin untuk herd immunity,” kata Bambang.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Bolatangkas Slot Online | Slot Tangkas



0 comments:

Post a Comment