Slot Tangkas - Publik dihebohkan dengan pemberitaan di media sosial yang menyebutkan potensi gempa dan tsunami besar di wilayah Indonesia. Kehebohan itu membuat Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, terpaksa harus 'turun gunung'.
"Entah sampai kapan kawan-kawan ini bisa paham arti kata prediksi dan potensi," cuit akun Daryono @DaryonoBMKG, Minggu (13/6/2021). Dalam cuitannya, Daryono juga menyertakan tangkapan layar salah satu berita di media sosial yang menyinggung gempa dan tsunami.
Perbedaan potensial dan prediksi
https://twitter.com/DaryonoBMKG/status/1399911314626015235
Melalui unggahan twitternya, Daryono menjelaskan bahwa ada perbedaan antara potensi dan prediksi.
"POTENSI: ada bahaya dan ada lokasinya, tetapi kapan terjadinya tidak ada yang tahu. Sedangkan PREDIKSI: ada bahaya, ada lokasinya, dan kemungkinan kapan waktu terjadinya," tweet Daryono di akun Twitter-nya.
Belum ada yang bisa memprediksi gempa bumi
Tak hanya melalui Twitter, Daryono juga mengunggah keluhannya terkait ketidaktahuan masyarakat akan potensi dan prediksi di akun Instagram miliknya. Ia juga menjelaskan, belum ada yang bisa memprediksi gempa.
"Tidak tahu, pura-pura tidak tahu, atau tidak mau tahu ya, kalau hingga saat ini belum ada satupun makhluk di bumi yang mampu memprediksi gempa," tulis Daryono dalam unggahan akun Instagramnya @daryonobmkg.
Ajak masyarakat untuk memahami perbedaannya
Daryono mengajak masyarakat untuk memahami perbedaan antara potensi dan prediksi. Karena itu sangat disayangkan jika kata potensial dimaknai sebagai ramalan.
"Mari kita pahami dua kata ini," cuit Daryono melalui akun twitternya.
0 comments:
Post a Comment